Isak Tangis Warnai Rekonstruksi Tersangka Sate Beracun, 35 Adegan Diperagakan - Warta Jogja

Isak Tangis Warnai Rekonstruksi Tersangka Sate Beracun, 35 Adegan Diperagakan

1371 0
Bagikan

WartaJogja.co.id||BANTUL— Jajaran Unit Reskrim Polres Bantul menggelar rekonstruksi terhadap NA, tersangka kasus sate mengandung sianida yang menewaskan seorang anak bernama Naba (10) warga Salakan II, Bangunharjo, Kapanewon Sewon pada Senin (07/06/2021).

Saat rekonstruksi ini, NA terlihat menahan isak tangis saat memulai adegan ketika dirinya menerima kiriman paket yang diantar oleh seorang kurir ekspedisi. Kalium sianida ia pesan ari salah satu aplikasi situs belanja online. Ada 35 adegan dalam gelar rekonstruksi ini.

NA menerima paket tersebut dan menyimpannya. Tanggal 25 April 2021, tersangka meninggalkan rumah untuk berangkat ke tempat kerja.

Sesampainya di tempat kerja, kemudian NA bermaksud membeli sate di kawasan Umbulharjo dengan mengendarai sepeda motor.

Sebelum kembali ke tempat kerja, tersangka pergi ke sebuah toko makanan untuk membeli camilan di wilayah Kota Gede.

Sesampainya di tempat kerja, NA kemudian meracik kalium sianida yang disimpan ditempat ia bekerja untuk dicampur dengan sate ayam yang ia beli. Setelah selesai meracik, tersangka kemudian menukar sepeda motor yang digunakan sebelumnya, dengan diantar seorang temennya ke kawasan Stadion Mandala Krida, Yogyakarta.

Sesampainya di daerah Gayam, NA kemudian menghampiri seorang ojek online, bernama Bardiman, yang merupakan ayah korban, yang saat itu berada di serambi sebuah masjid.

Bardiman diminta tersangka NA untuk mengantar paketan berupa sate tersebut kepada Tommy yang beralamat di Villa Bukit Asri, Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Bantul, dengan disertai pembayaran ongkos kirim sebesar Rp 30 ribu.

Saat dihubungi Media WartaJogja.co.id , Selasa (08/06/2021) Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi mengatakan bahwa selama rekonstruksi berlangsung, tersangka terlihat menangis.

” Sebenarnya ada 27 adegan yang digelar, namun ada adegan tambahan yang belum ada dalam keterangan sebelunya, tersangka terus menahan isak tangis selama rekonstruksi berlangsung”, kata AKP Ngadi.

Disinggung mengenai salah satu tersangka lain yang mengantar tersangka NA, AKP Ngadi menerangkan bahwa saat ini masi dicari keberadaannya.

” Saat ini NA merupakan tersangka tunggal, sementara rekan tersangka dengan inisial R, yang berperan mengantar tersangka saat ini kita masukkan DPO, secepatnya berkas hasil gelar rekonstruksi ini akan kita serahkan pihak kejaksaan”, tutupnya.

(Redaksi)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *