Upaya Penghilangan Dokumen Keuangan, PLH PMI Yogyakarta Ditetapkan sebagai Tersangka - Warta Jogja

Upaya Penghilangan Dokumen Keuangan, PLH PMI Yogyakarta Ditetapkan sebagai Tersangka

176 0

WartaJogja.co.id || Yogyakarta — MT ditetapkan sebagai tersangka Kasus dugaan korupsi oleh Kejaksaan Tinggi ( Kejati ) Yogyakarta pada Jum’at (16/2/2024). MT merupakan Pelaksana Tugas Harian ( Plh ) Palang Merah Indonesia ( PMI ) Kota Yogyakarta masa bakti 2021-2026.

Kasi Penkum Kejati DIY, Herawatan dalam keterangannya kepada awak media menjelaskan jika kasus dugaan korupsi di tubuh PMI Kota Yogyakarta berawal dari laporan, kemudian atas laporan tersebut ditindaklanjuti oleh penyidik Kejati.

” Berdasarkan hasil penyidikan, dari keterangan saksi serta alat bukti menjadikan MT naik status sebagai tersangka oleh penyidik “, ungkap Herwatan.

Saat menjabat sebagai Plh, MT dengan sengaja menghilangkan dokumen audit keuangan PMI Kota periode 2016-2021.

Dari hasil keterangan saksi, pada tanggal 20 Nopember 2021 dan 7 Juni 2022, MT memerintahkan kepada stafnya untuk mengeluarkan berkas serta dokumen pengelolaan keuangan PMI Kota dari gudang arsip , filling kabinet, serta almari dokumen untuk tujuan dimusnahkan.

” MT mengeluarkan perintah kepada stafnya untuk memusnahkan beberapa berkas pembukuan keuangan, serta nota-nota dengan cara mendatangkan penyedia jasa pencacah kertas untuk melebur dokumen tersebut menjadi bubur kertas “, terangnya.

Lebih lanjut Herwatan menjelaskan jika pemusnahan dokumen yang dilakukan oleh MT mengakibatkan laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan PMI Kota Jogja menjadi terkendala, serta menjadikan pihak penyidik belum bisa menghitung jumlah nilai  kerugian keuangan dari dugaan kasus korupsi yang dilakukan oleh tersangka MT.

” untuk jumlah kerugian belum bisa diungkap, ini baru awal, tentu nantinya kita akan terus kembangkan dengan meminta keterangan baik para saksi maupun tersangka “, jelasnya.

Perbuatan MT disangkakan melanggar Pasal 10 huruf a UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo UU RI No 20 Tahun 2021 tentang perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

” Tersangka saat ini telah ditahan di LP kelas II A Wirogunan selama 20 hari kedepan terhitung mulai tanggal 15 Februari 2024 hingga 5 Maret 2024 untuk diproses selanjutnya “, tutup Herwatan.

 

 

( Red/Yudhi )

 



Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *