Sayur Lodeh, Masakan Berkharisma Penuh Sejarah Penghalau Wabah - Warta Jogja

Sayur Lodeh, Masakan Berkharisma Penuh Sejarah Penghalau Wabah

229 0
Bagikan

WartaJogja.co.id || WARTAPEDIA — Sayur lodeh adalah hidangan yang disajikan dengan menu dan bahan yang terkesan sederhana, seperti terong, kacang panjang, labu siam, daun melinjo, nangka, dan tempe yang dipadukan dengan kuah bersantan nan pedas, namun dahulu kala sayur ini dipercaya oleh nenek moyang khususnya Yogyakarta dan Jawa Tengah bagian selatan, sebagai sayur penolak bala atau wabah penyakit yang menjangkiti masyarakat kala itu.

Tradisi membuat masakan sayur lodeh ini merupakan pertanda kemajuan peradaban masyarakat Jawa pada awal abad ke-10.

Menurut berbagai cerita yang dipercaya oleh masyarakat, konon sayur lodeh membantu melewati masa-masa sulit selama Gunung Merapi meletus pada tahun 1006 hingga berabad-abad saat wilayah Indonesia, khususnya masyarakat Yogyakarta dikuasai penjajah.

Seiring perkembangannya, memasuki abad-20 legenda sayur lodeh mulai menguat. Karisma ini mulai dipercaya saat Sultan Hamengku Buwono VIII memberikan titah, saat wabah penyakit Pes kala itu menjangkiti masyarakat, untuk memasak sayur lodeh dengan tujuan sebagai masakan pengusir wabah.

Hegemoni sayur lodeh terus berlanjut, setelah hampir dua dekade menemani masyarakat ditengah menjangkitnya penyakit, sayur ini kemudian sering dijadikan sarana ritual untuk jamasan pusaka kerajaan.

Berbahan dasar yang sederhana, dan mudah ditemui, ciri khas sayur lodeh adalah aroma tempe yang dipadukan santan kental nan pedas dalam perkembangannya menjadikan sayur ini bisa dibuat dan dikonsumsi oleh siapa saja hingga penjuru nusantara.

Sayur lodeh saat ini menjadi salah satu warisan kuliner nusantara yang semakin digemari oleh semua kalangan, saat masakan modern dari berbagai dunia teradopsi.

Tidak heran hingga saat ini, sayur lodeh ramai dijadikan varian menu rumah makan bernuansa kampung alami, bahkan restoran mewah sekalipun sayur lodeh tetap mempunyai cita rasa dan daya tarik tersendiri.

 

( Redaksi )

 

 

 

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *