Refleksi Kinerja Kejaksaan Tinggi DIY Tahun 2023, Miliyaran Aset Negara Terselamatkan - Warta Jogja

Refleksi Kinerja Kejaksaan Tinggi DIY Tahun 2023, Miliyaran Aset Negara Terselamatkan

83 0

WartaJogja.co.id || Yogyakarta–Kejaksaan Tinggi ( Kejati ) D.I.Yogyakarta menggelar konferensi pers terkait Refleksi Kinerja Kejati selama tahun 2023. Pencapaian kinerja dalam mengungkap sejumlah kasus penyalahgunaan pemanfaatan Tanah Kas Desa ( TKD ) di wilayah Sleman sempat membuat publik terhenyak.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi DIY, Ponco Hartanto, SH MH di Aula Gedung Kejaksaan Tinggi DIY, Selasa ( 2/1/2024 ). Dalam kesempatan ini, Ponco memaparkan jika dalam kurun tahun 2023 dari serangkaian pengungkapan Kasus Dugaan Korupsi Pemanfaatan TKD, pihaknya setidaknya telah menyelamatkan sebesar Rp 4,7 miliyar yang semestinya menjadi Pendapatan asli desa (PAD) melalui hasil sewa namun dimanfaatkan oleh sejumlah oknum, mulai dari Kepala Dispetaru,Lurah, Pamong, serta pihak ketiga atau investor.

” Menindaklanjuti laporan, kami melakukan tahapan mulai dari penyelidikan, penyidikan hingga penetapan para tersangka yang terlibat dalam dugaan kasus korupsi penyalahgunaan pemanfaatan TKD “, papar Ponco.

 

Foto : Kepala Kejaksaa Tinggi D.I. Yogyakarta, Ponco Hartanto, SH MH saat memberikan keterangan usai konferensi pers di Aula Kejaksaan Tinggi, Selasa (2/1/2024).

 

Meskipun dari ungkap kasus tersebut sudah menetapkan sejumlah tersangka, namun pengembangan mengenai kasus ini belum berhenti sampai disitu saja, pihaknya akan terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jika dimungkinkan masih ada tambahan tersangka baru dalam kasus Caturtunggal dan Candibinangun.

” Selain aset keuangan dengan nominal yan besar terselamatkan, pihak kami juga menyelamatkan tanah seluas 16.000 m² dengan status TKD “,terangnya.

Laporan mengenai refleksi kinerja Kejati DIY selama Tahun 2023 dalam penanganan Pidana Umum dan Pidana Khusus, 35 perkara terselesaikan melalui restorative justice. Sebagai rincian mencatatkan 24 perkara pidsus yakni TPPU serta Tindak Pidana Korupsi, 20 perkara masuk ranah penyidikan, 16 perkara berhasil ditutup serta 12 perkara masuk ranah eksekusi.

” Kami telah menerima 2.522 SPDP dalam ranah Pidum, sebanyak 2.312 pra penuntutan dan 2.353 penuntutan  dijalankan dengan berhasil, proses eksekusi mencapai 1.789 serta 35 perkara terselesaikan melalui penghentian penuntutan “, lanjut Ponco.

Dalam pengembangan mengenai kasus Penyalahgunaan Pemanfaatan TKD, diharapkan bukan hanya di wilayah Sleman saja, diharapkan peran aktif masyarakat dan media dalam memberikan informasi perlu ditingkatkan. Hal ini penting dilakukan karena pihaknya meyakini di daerah lain yang masih dalam lingkup Provinsi DIY tidak menutup kemungkinan hal tersebut terjadi.

Saat ini telah masuk laporan untuk kasus Dugaan Korupsi Penyalahgunaan Pemanfaatan TKD Kalurahan Wedomartani dan Tegaltirto di Kejati DIY.

” Kami menghimbau kepada masyarakat untuk terus bersinergi bersama kami, Kejati DIY tetap terus berkomitmen untuk menjaga penyelenggaraan pemerintah wilayahnya dengan menjaga kebersihan dari praktik-praktik kotor yang melawan hukum “, pungkasnya.

 

( Red/Yudhi )

 


Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *