Pembatas dibongkar Paksa Menggunakan Alat Berat ,Warga Tiga Kalurahan Terdampak Tambang Geruduk Lokasi Tambang - Warta Jogja

Pembatas dibongkar Paksa Menggunakan Alat Berat ,Warga Tiga Kalurahan Terdampak Tambang Geruduk Lokasi Tambang

145 0

Wartajogja.co.id || Gunungkidul — Aksi protes oleh tiga Desa yang terdampak tambang di wilayah Kapanewon Gedangsari Kabupaten Gunungkidul menuai banyak konflik. Patok atau pembatas yang dipasang oleh warga yang tergabung dalam tiga Desa pada Jum’at (02/02/24) kemarin dibongkar oleh sekelompok orang dengan menggunakan alat berat , Sabtu (10/02/24). Pembatas yang dipasang pada waktu demo di wilayah perbatasan Klaten – Gunungkidul menuntut hak warga terkait dampak aktivitas pertambangan tanah uruk tol yang berada di Wilayah Gunungkidul. (10/02/24)

 

Berdasarkan informasi yang diterima media online wartajogja.co.id, pembongkaran pembatas dilakukan menggunakan alat berat oleh sekelompok orang , Sabtu (10/02/24) sekitar pukul 12.00 Wib. Warga yang mendapatkan kabar ada pembongkaran langsung mendatangi tambang tersebut. Suasana memanas hingga warga dan sekelompok orang yang membongkar pembatas dilerai oleh Aparat Kepolisian dan TNI yang datang di lokasi tambang. Pembongkaran yang dilakukan tersebut menuai protes lantaran sejak dipasang pembatas tersebut hingga kini belum ada mediasi yang menindaklanjuti tuntutan warga di tiga Desa atau Kalurahan yang terdampak aktivitas tambang tanah uruk tol.

 

Salah satu warga mengatakan adapun tuntutan warga dari tiga Desa perbatasan Klaten – Gunungkidul yang memasang pembatas tersebut yakni menuntut adanya kompensasi segera direalisasikan, kerusakan akibat tambang segera diperbaiki, serta drainase difungsikan kembali. Aksi yang digelar warga terdampak diikuti Kades atau Lurah dari tiga Desa/ Kalurahan yaitu Desa Ngandong dan Kragilan , Kapanewon Gantiwarno Kabupaten Klaten dan Kalurahan Serut Kapanewon Gedangsari Kabupaten Gunungkidul.

 

Aksi protes yang dilakukan oleh tiga warga Desa yang terdampak dan diikuti oleh pemangku wilayah dari masing – masing Desa dua hari setelah terjadinya talud jalan yang kerap dilintasi truk pengusung uruk dari tambang tersebut mengalami longsor dan mengenai rumah warga di Wilayah Desa Ngandong ,Kapanewon Gantiwarno Kabupaten Klaten.

 

Veronica Retno Setyaningsih Panewu Gantiwarno mengatakan bahwa sebelumnya Kepala Desa Ngandong telah menerima surat dari pengelola tambang yang intinya pihaknya (pengelola tambang) akan membongkar pembatas yang telah dipasang oleh warga , dengan alasan pihak penambang mengalami kerugian sejak akses jalan ditutup.

 

Selanjutnya Aparat menjembatani untuk dilakukan mediasi dan terjadi kesepakatan yaitu akan dilakukan pertemuan pihak PT AMP dengan tiga Desa yaitu Ngandong, Kragilan dan Serut pada hari Jumat (16/02/24) , Selama belum ada kesepakatan, pihak PT AMP bersedia untuk tidak beroperasi , tetapi PT AMP menyatakan sikap jika tambang ilegal yang berada di Serut masih beroperasi, maka PT AMP juga akan beroperasi, karena pihaknya merasa mempunyai ijin resmi, sedangkan tambang yang lain tidak berijin, tetap masih tetap beroprasi. Setelah dilakukan mediasi dan membuahkan hasil , warga menerima dan membubarkan diri dengan suasana kondusif.

 

( Redaksi)


Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *