Miris, Tiga Siswi Sekolah Menengah Kejuruan Menjadi Korban Pelecehan Seksual - Warta Jogja

Miris, Tiga Siswi Sekolah Menengah Kejuruan Menjadi Korban Pelecehan Seksual

401 0
Bagikan

WartaJogja.co.id || GUNUNGKIDUL — Dugaan tindak asusila yang dilakukan oleh KNT, oknum Aparatur Sipil Negara ( ASN ) yang menjabat Kepala Seksi ( Kasi ) di Kapanewon Girisubo terhadap 3 siswi Sekolah Menengah Swasta yang sedang melakukan Praktek Kerja Lapangan ( PKL ) kian santer terdengar.

Kepada awak media, Bunga ( 17 ), siswi asal Kapanewon Girisubo dan dua rekannya yakni  Melati ( 17 ) dan Mawar  ( 17 ) warga Kapanewon Rongkop, ketiganya masih di bawah umur mengaku menjadi korban perilaku bejat oknum ASN tersebut pada akhir September yang lalu.

” Awalnya saya disuruh mengepel lantai ruangan beliau, tanpa menaruh curiga dan takut, saya menuruti perintahnya, tiba-tiba beliau memeluk saya dari belakang sambil meremas bagian tubuh saya “, jelas Bunga Senin 3 Oktober 2022.

Kejadian serupa juga dialami oleh Melati dan Mawar. Pelaku sempat berupaya mencium dan meraba payudara korban di salah satu ruangan lingkup Kapanewon Girisubo. Tak kuat menahan trauma dan takut, ketiga korban lantas menceritakan kejadian tersebut kepada orang tua masing-masing.

Tidak terima atas perbuatan bejat tersebut, orang tua dari ketiga korban mendatangi kantor Kapanewon Girisubo bermaksud mengadukan hal tersebut kepada Panewu Giribo.

Dari pengakuan salah satu korban, di hadapan Panewu pelaku berdalih jika yang dituduhkan kepada dirinya tidaklah benar, pelaku mengaku hanya sebatas memegang bahu korban sembari menanyakan sudah punya pacar atau belum.

” Saat dimediasi Pak Newu, yang bersangkutan tidak mengakui perbuatannya “, urai salah satu korban.

Sementara itu R selaku Guru Bimbingan Konseling ( BK ) tempat sekolah ketiga korban saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus tersebut, namun begitu dirinya mengatakan jika permasalahan tersebut sudah dimediasikan oleh Panewu Girisubo dan sudah selesai dengan masing-masing pihak menerima.

” Hasil mediasi dilakukan oleh panewu melibatkan kedua belah pihak, dan sudah selesai dengan surat pernyataan permohonan maaf “, ungkap R.

Lanjut R mewakili pihak sekolah, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan ketiga siswi tersebut kemudian dipindah ke tempat PKL yang baru.

Sementara itu, hingga permasalahan ini mencuat menjadi pemberitaan, Panewu Girisubo Slamet Winarno belum bersedia memberi keterangan.

( Redaksi )

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *