Menjaga Kelestarian Budaya ; Kembul Bujana Masih dijaga Dalam Semangat Keguyuban " Berbagi Kasih " - Warta Jogja

Menjaga Kelestarian Budaya ; Kembul Bujana Masih dijaga Dalam Semangat Keguyuban ” Berbagi Kasih “

635 0
Bagikan

Wartajogja.co.id || Yogyakarta — Perspektif Berbagi Kasih dalam visi gerakan Indonesia Kembali dapat ditinjau dari aspek kearifan lokal, yang secara sederhana diimplementasikan oleh masyarakat setempat dalam suatu tradisi makan bersama kerabat, keluarga serta rekan dekat dan handai taulan. Sebagai pengingat bagi pembaca, Indonesia Kembali merupakan gerakan dari beberapa pemerhati seni di Yogyakarta dalam rangka merespon pandemi Covid-19 dan Berbagi Kasih merupakan program pertama dari Indonesia Kembali. (09/12/21)

Banyak istilah, simbol, ataupun bentuk ritual budaya lokal yang dekat dengan proses peristiwa tersebut. Sebut saja Botram secara adat Sunda, Bajamba dari tanah Minangkabau, Megibung dari Bali, bahkan di Amerika pun ada kebiasaan yang dinamakan Potluck. Semacam pesta dimana setiap tamu membawa makanan nya masing-masing untuk saling mencicipi.
Khusus adat dan tradisi Jawa, orang mengenal dengan nama Kembul Bujana (dibaca kembul bujono).

Kembul bujana adalah pesta atau sering disebut dengan makan bersama. Warisan tradisi nenek moyang ini masih dilestarikan oleh masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya. Kembul bujana dimaknai sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kembul bujana dengan bersama-sama menikmati hidangan sebagai simbol bahwa setiap manusia memiliki kedudukan yang sama di hadapan Tuhan.

Tedjo, selaku sesepuh sekaligus dukuh Klayar, Kalurahan Kedungpoh, Kapanewon Nglipar, Kabupaten Gunungkidul mengatakan, Kembul Bujana Andrawina (baca: kembul bujono ondrowino) adalah makan bersama secara spesial atau istimewa yaitu makan bersama yang sudah dirancang atau khusus baik itu menu yang disajikan maupun harinya. Contohnya kembul bujana dalam rangka nyadran, bersih desa, kenduri, panen raya, sedekah bumi dan yang berpotensi mendatangkan kerabat yang banyak. Kembul bujana sendiri biasanya dengan khusus disajikan seperti menyembelih kambing, ingkung ayam Jawa dengan nasi beserta lalapan.

Selain itu juga kembul bujana dengan keluarga yaitu dalam acara pernikahan, sunatan dan hari-hari khusus maupun hari-hari pertemuan serta hari istimewa makan bersama tersebut bisa dikatakan dengan kembul bujana.

Baca juga : Akibat Hubungan Arus Pendek Listrik, Sebuah Gudang Bekas Minuman Terbakar

Di Kabupaten Gunungkidul, adat budaya tersebut masih sangat kental dengan acara bersih desa, pernikahan, dan juga panen raya. Masyarakat Gunungkidul memaknainya dengan wujud rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa dengan tujuan mempererat tali persaudaraan.

Red ( Whyoe / Raras )

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *