Dugaan Pemberian Ijin Tanpa Prosedur, Pembangunan JUT Alas Gung Menuai Sorotan - Warta Jogja

Dugaan Pemberian Ijin Tanpa Prosedur, Pembangunan JUT Alas Gung Menuai Sorotan

434 0
Bagikan

WartaJogja.co.id || GUNUNGKIDUL — Pembangunan Jalan Usaha Tani ( JUT ) oleh Pemerintah Kalurahan Song Banyu yang berada di Padukuhan Putat berbatasan dengan Padukuhan Gesik menuai sorotan berbagai pihak, tak terkecuali Pamong dan Perangkatnya sendiri.

Akses jalan pertanian yang terbentang sepanjang 500 meter dengan lebar 4 meter yang berada disepanjang tanah lungguh milik pamong dan tanah kas desa tersebut saat ini tengah dikerjakan pembangunannya, namun menjadi polemik karena pengerjaan tersebut hanya direkomendasi oleh lurah saja melalui Dukuh Gesik, Arintoko dengan alasan investor yang mendanai pembangunan proyek.

Akses jalan tersebut sedianya untuk kepentingan masyarakat yang awal perencanaannya guna mempermudah transportasi bagi petani namun ditengarai adanya dugaan pemanfaatan jalan tersebut digunakan sebagai akses jalan menuju lahan pribadi .

Konfirmasi awal disampaikan oleh Ketua Bamuskal Song Banyu, Umar saat ditemui di kediamannya kepada Media WartaJogja.co.id, Senin 26 September 2022.

” Mengenai Pembangunan JUT alas Gung, kami dari jajaran bamuskal tidak diajak musyawarah dengan pemerintah kalurahan, sempat mendengar sudah tahap pengerjaan, namun prosesnya seperti apa kami tidak tahu sedangkan petak yang dikerjakan merupakan tanah lungguh dan tanah kas tentunya ini tidak serta merta begitu saja mekanismenya”, urai Umar.

Foto: Proses Pembangunan Jalan Usaha Tani Alas Gung Kalurahan Song Banyu sepanjang 500 meter dan lebar 4 meter.

Disampaikan oleh Umar, JUT Alas Gung pernah dimusrenkan masuk dalam  Anggaran Pendapatan dan Belanja Kalurahan Song Banyu 2020, namun tidak terealisasi karena saat itu anggaran dialihkan utuk penanganan pandemi Covid 19.

” Dulu pernah musren mengenai pembangunan JUT yang dimaksud, namun terkendala oleh pandemi jadi tidak realisasi, jika saat ini dibangun harusnya dimusyawarahkan kembali “, lanjutnya.

Hal senada disampaikan oleh Carik Song Banyu, Nur Ayu Safitri, mengenai adanya pembangunan JUT Alas Gung dirinya dan jajaran sekretariat kalurahan belum mengetahui.

” Setahu saya, terkait JUT yang dimaksud tidak terealisasi, dan itu juga sudah disampaikan melalui laporan pertanggungjawaban kepada Bamuskal tahun 2021, kalau saat ini ada pembangunan, malah ini baru tahu “, jelasnya, Rabu ( 28/9/2022 ).

Sementara itu Arintoko selaku Dukuh Gesik dan pelaksana lapangan menampik tudingan atas ketidaksinkronan informasi ini, dirinya bersama wakil dari rekanan telah mendapat ijin melalui surat yang direkomendasi Lurah Song Banyu.

” Pak Lurah mengeluarkan surat ijin untuk pengerjaan JUT Alas Gung tanggal 25 Juli 2022, sehigga saya membantu pelaksanaannya bersama Darno selaku wakil dari rekanan “, ujarnya.

Menanggapi polemik yang terjadi Lurang Song Banyu, Giyarno menjelaskan jika proses pengerjaan JUT Alas Gung sudah sesuai prosedur, mengenai awal pengerjaan menggunakan tenaga manusia, karena dinilai tidak memungkinkan selanjutnya pengerjaan proyek JUT dialihkan menggunakan alat berat, bekhoe.

” Saat ini memang benar, tengah mengerjakan JUT alas Gung, sumber dana dari inverstor yang membiayai dan kalau tidak salah pak arintoko dukuh gesik yang menangani “, jelas Giyarno.

Disinggung mengenai besaran biaya serta tidak adanya Tim Pelaksana Kegiatan ( TPK ), Giyarno mengatakan tidak tahu tentang hal itu.

” Saya tahunya jadi, terkait ijin saya memang yang menandatangani, dari pihak investor sudah menunjuk orang yang dipercayakan selaku pelaksana lapangan “, pungkas Giyarno.

( Redaksi )

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *