Dilihat dari Sudut Pandang Psikologi Kognitif : Kalah Main Futsal, 2 Kelompok Pelajar SMA Terlibat Tawuran di Duren Sawit - Warta Jogja

Dilihat dari Sudut Pandang Psikologi Kognitif : Kalah Main Futsal, 2 Kelompok Pelajar SMA Terlibat Tawuran di Duren Sawit

247 0
Bagikan

Wartajogja.co.id || Jakarta — Dua kelompok pelajar SMA terlibat tawuran di Jalan Raden Said, Sukamto, Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Rabu 17 November 2021 kemarin. Penyebab tawuran itu dipicu akibat salah satu kelompok kalah saat bermain  futsal. Bentrokan itu sempat diabadikan warga melalui video amatir. Dalam rekaman video amatir itu terlihat kedua kelompok pelajar SMA terlibat adu jotos di tengah jalan. Akibatnya, para pengendara yang melintas terganggu dengan keberadaan dua kelompok pelajar yang saling serang. Menurut saksi mata, Daryati yang berdagang di sekitar lokasi menuturkan, bentrokan antara kedua kelompok pelajar di Jalan Raden Said Sukamto bukannya yang pertama kali. Menurutnya, jalan itu kerap dijadikan arena pertempuran oleh para pelajar. Mengacu dari keterangan pihak sekolah, penyebab bentrokan itu dipicu akibat salah satu kelompok kalah saat bermain futsal. Tak terima atas kekalahan itu, pihaknya yang kalah kemudian melakukan penyerangan hingga terjadi aksi kejar-kejaran. (12/12/21)

” Kami memohon maaf atas ulah anak didik kami yang menyebabkan keonaran. Penyebabnya itu karena kalah dalam pertandingan futsal,” kata Marihot Malau, Plt Kepala Sekolah SMAN 91 Jakarta.

Akibat bentrokan itu akhirnya dua pelajar diamankan pihak Polsek Duren Sawit. Namun setelah ada jaminan, keduanya pun diserahkan ke pihak sekolah untuk diberikan pembinaan.
Berdasarkan kejadian tersebut tema yang akan saya angkat yaitu kontrol diri dan pemecahan masalah. Kontrol diri adalah kemampuan untuk menekan atau untuk mencegah tingkah laku yang menurut kata hati atau semaunya (Anshari, 1996: 605).Dapat disimpulkan bahwa tawuran antar antara dua kelompok pelajar SMA tersebut disebabkan karena kontrol diri yang rendah, kedua kelompok pelajar tersebut belum mampu untuk mengontrol diri sendiri disebabkan terpancing oleh emosi sesaat. Kita semua tahu bahwa diusia remaja masih dalam proses pencarian jati diri jadi bisa dikatakan masih labil. Ketika remaja masih labil dan kontrol dirinya rendah maka ia akan dengan mudah terpengaruh dengan temannya. Kejadian diatas hanya ada 2 pelajar yang ditahan jadi kemungkinan dua pelajar tersebut sebagai profokator yang mempengaruhi teman-temannya kemudian mereka semua ikut aksi tawuran tersebut.

Menurut Robert L. Solso pemecahan masalah adalah suatu pemikiran yang terarah secara langsung untuk menentukan solusi atau jalan keluar untuk suatu masalah yang spesifik. Menurut saya solusi yang dilakukan pihak kepolisian setelah ada jaminan untuk mengembalikan 2 pelajar  ke sekolah sudah benar karena mereka masih dibawah umur dan tawuran tersebut tidak mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Solusi yang diambil oleh pihak SMAN 91 Jakarta juga sudah benar karena Plt Kepala Sekolah sudah memohon maaf atas ulah anak didiknya dan akan melakukan pembinaan agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi.

Red  : Fifi Ria Putri
Mahasiswa semester 3 Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *