Bermaksud Suap Wartawan, Kepala MTsN 3 Gunungkidul Ingin Permasalahan Selesai Dibawah Tangan - Warta Jogja

Bermaksud Suap Wartawan, Kepala MTsN 3 Gunungkidul Ingin Permasalahan Selesai Dibawah Tangan

480 0
Bagikan

WartaJogja.co.id || GUNUNGKIDUL — Mencuatnya permasalahan indikasi pungutan liar ( pungli ) berdalih perencanaaan study tour yang akan dilaksanakan oleh pihak sekolah bersama siswa kelas VIII Sekolah Madrasah Tsanawiah Negeri 3 Gunungkidul disikapi serius oleh Kepala Madrasah, Drs.Dwinabut bersama internal sekolah. (25/09/22)

Saat setelah pemberitaan dimunculkan, dirinya menghubungi wartawan Media WartaJogja.co.id melalui pesan singkat whatshapp, Jum’at ( 24/9/2022 ) sore , meminta untuk bertemu di sebuah warung kopi di sekitaran  Kepek, Wonosari.

Dalam pertemuan tersebut, Dwinabut menyampaikan maksud dan tujuan bertemu dengan redaksi media online wartajogja.co.id agar pesoalan mengenai indikasi terjadinya pungli dapat segera diselesaikan dan tidak muncul menjadi pemberitaan.

” Maksud saya bertemu ingin menyelesaikan persoalan yang kemarin, ada titipan dari panitia agar bisa diterima dan saya berharap hal ini tidak dimunculkan menjadi pemberitaan karena ini adalah masalah interen kami (sekolah ) “, kata Dwinabut sembari menyisipkan sebuah amplop kepada wartawan.

Secara tegas, Jurnalis Media WartaJogja.co.id menolak titipan pemberian dari panitia sekolah melalui kepala madrasah tersebut. Tentunya Ini semakin menguatkan indikasi bahwa ada penyimpangan yang terjadi terhadap kebijakan yang dikeluarkan pihak sekolah mengenai kegiatan study tour. Keterangan yang diberikan Kepala MTsN 3 Gunungkidul ini menjadi sebuah blunder yang tentunya berakibat buruk terhadap citra sekolah yang dia pimpin.

” Ini kesalahan internal pada kami, khususnya panitia kegiatan dan komite, andai kata sosialisasi dan juga musyawarah berjalan baik tentunya masalah ini tidak muncul, kedepannya kami akan memperbaiki dan menjadi sebuah evaluasi bersama “, bebernya.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa terjadi kegaduhan dalam percakapan grup whatshapp yang terdiri dari wali murid dan wali kelas VIII madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Gunungkidul beberapa waktu yang lalu yang berisi tentang peringatan yang muncul dari wali kelas terhadap orang tua siswa mengenai pembayaran administrsi study tour yang rencananya akan dilaksanakan pada Bulan Oktober mendatang dengan Kota Bandung sebagai tujuan study tour tersebut. Dengan jumlah siswa kurang lebih 157 siswa yang nantinya dijadwalkan ikut study tour.

Dalam percakapan tersebut, salah seorang wali murid, MAR ( 54 ) mempertanyakan jika anaknya batal ikut karena alasan  kondisi ekonomi, apa tetap wajib membayar meskipun itu setengah dari biaya yang ditentukan. Namun tanggapan dari wali kelas terkesan tidak memberikan dispensasi atau kebijaksanaan terhadap yang bersangkutan.

” Pada intinya ini sudah menjadi keputusan bersama dan wajib bagi keseluruhan siswa kelas VIII, biaya yang mesti dibayar sebesar Rp 885.000,00 dan paling lambat tanggal 30 september mendatang “, ungkap MAR.

Kondisi ini terkesan terlalu dipaksakan oleh pihak sekolah dengan dalih kegiatan tersebut merupakan bagian dari kurikulum pembelajaran, tanpa mempertimbangkan kondisi ekonomi orang tua siswa. Bahkan tanggapan kontroversi disampaikan Dwinabut selaku Kepala MTs dengan mengatakan dalam hal ini tidak membutuhkan wali murid, namun ketika diminta diperjelas, yang bersangkutan menampik tidak berkata seperti itu ketika dikonfirmasi awak media.

Semua siswa wajib mengikuti, jika ada yang batal ikut harusnya sejak awal dengan dilampiri alasan yang tepat dan disampaikan kepada panitia “, kutipan dari balasan salah seorang wali kelas dalam percakapan di grup Whatshapp.

( Red / Whyoe )

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *